Minggu, 06 Mei 2012

KOMITMEN & MILITANSI

siapa yang pada zaman rosululloh saw meninggalkan malam pertamanya demi memenuhi panggilan jihad ?
siapapun itu tentunya dia adalah orang yang telah memiliki komitmen yang membuat dia mau berjihad secara bersungguh-sungguh.
yang menjadi adalah apa itu komitmen?
  • komitmen lahir dari dalam diri bukan serta merta diberikan oleh Allah SWT secara cuma-cuma (ukh Entin Lasabuda)
  • komitmen lahir dari dalam diri dan untuk memperjuangkannya tenntu membutuhkan bantuan Allah SWT. (Febriyanto)
ada beberapa poin yang mesti diketahui tentang komitmen ini yakni sebagai berikut :
1. komitmen seseorang pada dakwah akan menghasilkan rasa memiliki pada dakwah tersebut
2. jika seandainya nanti kita berhenti, tidak serta merta membuat dakwah itu berhenti, karena Allah SWT telah menginformasikan bahwa ketika seseorang berhenti dalam dakwah atau dalam memperjuangkan agama Allah, maka Allah akan menggantikannya dengan orang yang lebih baik lagi yang mau memperjuangkan dakwah itu dengan ikhlas, maka oleh sebab itu yang menjadi pertanyaan untuk diri kita apakahg mau kita digantikan oleh Allah dengan orang lain dalam memperjuangkan dakwah.
3.rasa ikhlas dalam berdakwah akan menghasilkan komitmen yang tertancap dalam diri dengan kuat, jika seandainya seseorang tidak ikhlas dalam memperjuangkan agama, maka tidak akan bisa mempertahankan komitmennya.
4.komitmen ibarat seekor anjing yang menerkam mangsanya, yang dengan kuatnya ia menerkan hingga sulit untuk disingkirkan mangsa yang ia gigit tersebut.
5.setelah komitmen, maka hal yang kedua menjadi perhatian adalah, bahwa akan ada tanggung jawab yang harus kita perjuangkan, kita akan diberikan tanggung jawab dengan komitmen yang kita yang kita bentuk dalam diri.
6. setelah ada yang disebut tanggung jawab, maka seseorang akan memberikan kontribusi dalam dakwah ini, karena ia telah memiliki komitmen yang kuat, kemudian menjalankan tanggung jawabnya dalam dakwah, maka terciptalah kontribusinya terhadap dakwah.

adapun 4 ha yang mesti diketahui dalam menciptakan rasa memiliki terhadap dakwah yakni :
1. ada nuansa apresiasi atau penghargaan atau suport atau dukungan, yang akan memotivasi seseorang dalam berdakwah.karena secara fitrahnya manusia ada 3 hal yang ada dalam diri yaitu :
  • ingin kesenangan
  • ingin keindahan atau kebaikan atau kenyamanan
  • keluh kesah
2.kepercayaan dari pemimpin, dalam hal ini, kepercayaan itu mudah didapatkan, namun sulit untuk dipertahankan. kepercayaan yang diberikan pemimpin kepada seseorang itu adalah sangat memberikan dukungan terhadap orang itu
3. memberi kesempatan kepada kader dakwah dalam menjalankan tanggung jawab dakwah, sebab hal ini bisa menimbulkan rasa memiliki oleh kader  tersebut terhadap dakwah
4. meningkatkan intensitas sesama kader, ukhuwa diperkuat, saling menjaga, saling mengingatkan dll.

dari semua ini akan menghasilkan militansi didalam diri seseorang untuk berdakwah, untuk memperjuangkan agama ini. militansi ini merupakan semangat seseorang dalam berjuang demi agama Allah.

berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan maupun berat. dan berjuanglah dijalan Allah dengan harta dan jiwamu.

militan tidak diukur dengan harta dan kekuatan, tidak diukur dengan banyaknya amanah yang diemban, tetapi sebesar apa kerja nya dalam dakwah ini, baik manfaat maupun ikhlasnya.


pemateri : Ust. Rahmad Subandi S.Pd dan Ibu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar